Perkembangan menurut Erikson dan Freud

Tahapan perkembangan manusia menurut Erikson:
1. Trust vs Mistrust
Bila rasa aman dipenuhi maka akan mengembangkan rasa kepercayaan pada lingkungan jika sebaliknya yang terjadi maka rasa tidak percaya akan timbul. Ibu memegang peranan penting dalam tahap ini.
2. Autonomy vs Shame & Doubt
Pengakuan, pujian perhatian serta dorongan akan menimbulkan rasa percaya diri, jika sebaliknya, maka anak akan ragu-ragu. Kedua orang tua merupakan objek sosial terdekat bagi anak.
3. Initiative vs Guilt
Jika anak berhasil melewati tahap sebelumnya, maka anak berani mengambil keputusan. Tetapi jika sebaliknya maka akan selalu timbul rasa bersalah.
4. Industry vs Inferiority
Anak sudah mulai mampu melakukan pemikiran logis dan anak sudah bersekolah. Oleh karena itu, tuntutan dari dalam dirinyasendiri maupun dari luar sudah semakin luas. Bila kemampuan untuk menhadapi tuntutan lingkungan dihargai, maka akan berkembang rasa gairah untuk lebih produktif, jika tidak akan timbul rasa rendah diri.
5. Identity vs Role Confusion
Anak dihadapakan pada harapan-harapan kelompok dan dorongan yang makin kuat untuk lebih mengenal dirinya. Ia harus mulai memutuskan bagaimana masa depannya.
6. Intimacy vs Isolation
Individu sudah mencari-cari pasangan hidup. Oleh karena itu, konflik yang dihadapi adalah kesiapan untuk berhubungan secara akrab dengan orang lain melawan perasaan terkuat.
7. generativity vs self-absorbtion
krisis yang dihadapi pada masa ini adalah tuntutan untuk membantu orang lain diluar keluarganya, pengabdian masyarakat dan manusia pada umumnya.
8. Ego Integriy vs Despair
Memasuki masa ini, individu akan menengok masa lalu. Kepuasan akan prestasi, dan tindakan-tindakannya di masa lalu akan menimbulkan perasaan puas.

Tahapan perkembangan manusia menurut Freud
1. Fase oral (0-1 tahun)
Anak memperoleh kepuasan dan kenikmatan yang bersumber pada mulutnya. Objek sosial terdekat adalah ibunya.
2. Fase anal (1-3 tahun)
Pada fase ini pusat kenikmatannya terletak didaerah anus, terutama saat buang air besar. Inilah saat yang paling tepat unutk mengajar disiplin pada anak dengan car toilet training.
3. Fase Falik (3-5 tahun)
Anak memindahkan pusat kepuasannya pada daerah kelamin. Pada anak laki-laki keterdekatan pada ibunya menimbulkan gairah seksual dan perasaan cinta yang disebut oidipus kompleks. Tapi perasaan ini terhalang dengan adanya tokoh ayah.
4. Fase Laten (5-12 tahun)
Anak laki-laki lebih banyak bergaul dengan teman sejenis, demikian pula wanita.
5. Fase Genital ( 12 tahun ke atas)
Alat-alat reproduksi sudah matang. Rasa cinta pada anggota keluarga dialihkan pada orang lain yang berlawanan jenis.

About these ads

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.