homoseksual

Orang dewasa lebih cenderung mengidentifikasi diri mereka sebagai homoseksual. Akan tetapi kurang dari 3% pria Amerika dan 1,5% wanitanya menyebut diri mereka homoseksual atau biseksual. Karena kuatnya penolakan sosial terhadap homoseksual, pengungkapan seringkali berjalan lambat dan menyakitkan. Pengungkapan biasa terjadi dalam 4 tahapan, yang bisa jadi tidak akan pernah tercaai sempurna:
1. Menyadari bahwa dirinya homoseksual. Tahap ini mungkin terjadi pada masa kanak-kanak atau baru terjadi pada masa remaja atau setelah masa tersebut. Tahap ini menjadi pengalaman yang membingungkan, menyakitka dan membuat rendah diri.
2. Mengenal homoseksual lainnya dan membentuk hubungan seksual dan romantis. Tahap ini mungkin baru akan terjadi pada masa dewasa. Berhubungan dengan homoseksual lainnya dapat menghilangkan perasaan isolasi dan meningkatkan citra diri.
3. Memberitahu keluarga dan teman. Banyak homoseksual lainnya tidak berani melakukan hal ini dalam jangka waktu yang panjang-jika memang hal tersebut dilakukan pada akhirnya. Pengungkapan tersebut dapat menimbulkan penolakan, konflik dan ketidaksetujuan; atau sebaliknya, hal tersebut mempererat solidaritas dan dukungan keluarga
4. Keterbukaan sempurna. Tahap ini termasuk memberitahukan kepada keluarga, pegawai dan lainnya. Homoseksual ditahap ini telah mencapai penerimaan yang sehat terhadap seksualitas mereka sebagai bagian dari diri mereka.

Hubungan gay dan lesbian mengambil banyak bentuk, tetpi mayoritas homoseksual (seperti halnya heteroseksual) mencari cinta, persahabatandan kepuasan seksual melalui hubungan dengan seseorang. Hubungan seperti iu semakin umum dalam masyarakat yang dapat menoleransi, mendukung dan menerima mereka. Unsur kepuasan jangka panjang dalam hubungan seksual sangat mirip dengan yang ada dalam hubungan heteroseksual.
Lesbian cenderung memiliki hubungan yang stabil dan monogamy dibandingkan dengan pria gay, tetapi sejak epidemic AIDS, pria gay menjadi lebih tertarik hubungan jangka pangjang. Komitmen pasangan gay dan lesbian yang hidup bersama cenderung sama dengan komitmen sama dengan komitmen pasangan yang menikah.
Sekarang, gay dan lesbian di AS serta Eropa berjuang mendapatkan pengakuan legal terhadap perkumpulan mereka, sebagaimana di Belanda dan Negara bagian Vermont, dan untuk mendapatkan hak mengadopsi anak atau membesarkan anak mereka sendiri. Banyak homoseksual yang telah menikah dan memiliki anak sebelum pengakuan diri tidak mampu mendapatkan atau meneruskan hak mengasuh. Yang lain mengadopsi anak atau hamil lewat teknik rerproduksi yang dibantu. Untuk memberikan anak-anak ini keuntungan berorang tua lengkap.
Gay dan lesbian juga mendesak diakhirinya diskrimanasi dalam pekerjaan dan perumahan. Isu terkini adalah haruskah pasangan tanpa nikah-homoseksual atau heteroseksual-diberi hak menggunakan asuransi kesehatan dan dana pensiun, agar dapat menanggung bersama pajak penghasilan dan mendapatkan santunan kematian dan keuntungan perkawinan lainnya. Provisi seperti ini telah berlaku di Perancis, Swedia, Denmark, dan Belanda.
Sumber:
Diane, E. Papalia. 2008. Human development (psikologi perkembangan). Jakarta: kencana.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s