DEFINISI ASPERGER

Sindrom atau gangguan Asperger pertama kali digambarkan oleh Hans Asperger pada tahun 1944. Dahulunya penyakit ini disebut “autistic psychopathy”. Penyebab pastinya belum diketahui, namun diduga berhubungan dengan kerusakan/kelemahan (impairments) pada hubungan antara amigdala dengan struktur di otak. Pada beberapa kasus, anak dengan gangguan Asperger memiliki problem/permasalahan di periode prenatal (sebelum ibu melahirkan) dan neonatal (bulan-bulan pertama setelah ibu melahirkan), serta selama proses kelahirannya.
Para pengidap Sindrom Asperger mempersepsi dunia secara berbeda. Bagi mereka, semua orang sangat aneh dan membingungkan. Cara mereka dalam mempersepsi dunia kerap membawa mereka ke hal yang bertentangan dengan cara-cara berpikir, berperasaan, dan berperilaku yang konvensional (Attwood, 2002).
Kesulitan anak Asperger dalam besosialisasi dapat membuat mereka menjadi sangat stres di sekolah. Banyak kendala yang akan ditemukan pada saat anak Asperger memasuki masa remaja Untuk menghadapi hal tersebut, orang tua disarankan untuk segera mencari ahli profesional untuk melakukan intervensi yang diperlukan sesegera mungkin dengan berterus terang kepada guru atau kepala sekolah dan membawa referensi dari ahli tersebut.
Sumber: http://www.apsi-himpsi.org/Artikel/Wacana-APSI.php
http://netsains.com/2010/03/terapi-yang-efektif-untuk-anak-dengan-asperger-syndrome/

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s