penanganan asperger

Ada beberapa cara untuk menangani anak yang menderita asperger
A. Strategi Umum untuk Anak dengan Gangguan Asperger
1. Temukanlah bakat, hobi, minat, kemampuan, atau keterampilan yang terpendam di dalam diri anak, dan kembangkanlah hingga optimal dan maksimal.
2. Berikanlah guru atau pembimbing terbaik untuknya. Luangkanlah waktu untuk berinteraksi bersamanya setiap hari.
3. Berilah mereka apresiasi dan dukungan yang tulus dan sepenuh hati.
4. Jangan pernah melukai hati mereka dengan mengejek hasil karya atau kemampuan mereka meski hanya sekali.
5. Jangan pernah memotivasi atau mengapresiasi mereka dengan kata-kata bernada hinaan, cacian, ejekan, atau kata-kata negatif lainnya.
B. Strategi Sosialisasi Anak dengan Gangguan Asperger di Sekolah dan Lingkungan-Pergaulan Sosial
1. Ajarilah anak untuk mau berinteraksi, bergaul, bermain dengan anak sebaya atau seusianya. Libatkan anak di dalam klub bermain, sering diajak di dalam forum diskusi/debat. Bila perlu, orang tua dapat mengajak teman bermain (yang seusia) anaknya untuk mau diajak bermain ke rumah.
2. Buatlah jadwal belajar (di sekolah/rumah) yang tidak kaku, tetap dan tidak sering diubah-ubah, agar tidak membingungkan anak.
3. Idealnya, anak itu dibimbing oleh guru yang sama atau yang benar-benar telah akrab, tidak berganti-ganti guru.
4. Guru dan orang tua hendaknya ikut memilihkan teman bergaul dan bermain yang cocok untuknya.
C. Strategi Berkomunikasi dan Berbahasa untuk Anak dengan Gangguan/Sindrom Asperger
1. Ajarilah anak untuk mengingat frase tertentu, misalnya untuk membuka percakapan, latihlah mengucapkan, “Apa kabar?” atau, “Selamat pagi!”
2. Latihlah anak untuk berani bertanya apapun, trmasuk tentang instruksi yang membingungkan agar diulangi dengan sederhana, jelas, dan tertulis.
3. Ajarilah anak untuk berani mengatakan atau mengakui jika mereka tidak mengetahui jawabannya atau belum memahami sesuatu.
4. Ajarilah anak secara bertahap dan perlahan namun jelas dan mendetail; tentang gaya bahasa, metafora, perumpamaan, peribahasa, bahasa isyarat, dan interpretasi lainnya yang kompleks dan rumit.
5. Berhentilah sejenak bila Anda menginstruksikan serentetan tugas. Misalnya: ambillah buku…..duduklah disini…..tulislah “mama”…..
6. Latihlah dan biasakanlah anak untuk menahan diri dari menyurakan setiap ide, pikiran, atau niatnya.
7. Bermain peran (role-playing) dapat membantu anak dengan gangguan Asperger untuk memahami perspektif, sudut pandang, paradigma, pikiran, dan perasaan orang lain. Latihlah dan biasakanlah anak untuk berhenti sejenak dan berpikir bagaimana perasaan orang lain sebelum sang anak bertindak dan berbicara.
8. Beberapa anak dengan gangguan Asperger memiliki kemampuan berpikir visual yang bagus. Mereka dapat dilatih untuk memvisualisasikan ide atau pikiran mereka dengan (dibantu) gambar, diagram, simbol, atau analog visual lainnya.
9. Dianjurkan pula untuk melatih atau membiasakan anak untuk menggambarkan atau menuliskan apa yang telah dilihat, diingat, dialami, atau apa yang diinginkannya.
Beberapa terapi yang juga bermanfaat untuk anak dengan gangguan Asperger, misalnya:
* Pelatihan keterampilan sosial dengan “role modeling” dan “role playing” dapat membantu pemulihan anak dengan gangguan Asperger.
* Latihan relaksasi (relaxation training)
Ini amat berguna untuk meredakan dan mengendalikan stres atau emosi penderita gangguan Asperger. Bentuknya dapat bermacam-macam, seperti: meditasi, yoga, kundalini, senam/olahraga pernafasan, berdoa, berzikir, dsb. Hal ini tentunya memerlukan lingkungan yang tenang, nyaman, bebas dari polusi (udara, suara, dsb), peralatan tertentu, seperti: musik alam (suara air terjun, gelombang air laut, kicau burung, dsb), kepasrahan yang tinggi, pikiran yang tenang, dan posisi yang nyaman (sebisa mungkin duduk, jangan berbaring, dan jangan telentang). Relaksasi ini sebaiknya rutin dilakukan selama 10-20 menit, 2x sehari, pagi hari sebelum sarapan dan sore hari sebelum makan malam.
* Adapun diet yang dianjurkan untuk orang dengan gangguan Asperger adalah diet rendah kolesterol dan rendah LDL. Hal ini berdasarkan hasil penelitian Dziobek I, Gold SM, Wolf OT, Convit A. (2007) yang melaporkan peningkatan kolesterol total dan LDL (low-density lipoprotein) pada orang dengan gangguan Asperger. Berkonsultasilah dengan ahli gizi atau pakar diet di dalam memilih menu yang tepat untuk anak Anda.
* Obat-obatan
Terapi obat hanya boleh diberikan oleh dokter. Biasanya, dokter akan memberikan obat dari golongan antipsikotik, SSRI (selective serotonin reuptake inhibitors), neuroleptik atipikal, clonidine, atau naltrexone sesuai indikasi.
Sebagai informasi tambahan, intervensi farmakologis (obat-obatan) biasanya digunakan untuk mengobati berbagai gangguan penyerta (comorbid disorders), seperti: masalah pemusatan perhatian, gangguan mood, dysthymia, gangguan bipolar, dan gangguan obsessive-compulsive.
* Konsultasi
Untuk mengevaluasi terapi, diperlukan juga berkonsultasi dengan berbagai ahli, seperti: dokter spesialis saraf, dokter spesialis THT (otolaryngologist), audiologis, “speech pathologist”, terapis fisik dan okupasi.
* Bimbingan (Konseling) Karir dan Orientasi Kerja
Orang dengan gangguan Asperger paling cocok bekerja dengan bantuan teknologi, terutama internet. Ilmu komputer, teknik, ilmu alam juga merupakan pilihan karir yang tepat. Pada saat wawancara (job interviews), orang dengan gangguan Asperger memerlukan bantuan dan perhatian khusus, begitu pula di dalam bersikap dan beradaptasi di dalam lingkungan kerja yang baru.
Menurut Attwood (2002), ada beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi gejala-gejala yang dimunculkan oleh seseorang yang mengalami gangguan Asperger, antara lain:
1) Bila ada gangguan perilaku sosial, pelajari cara untuk:
– Mengawali, memelihara, dan mengakhiri permainan kelompok
– Bersikap fleksibel, kooperatif, dan mau bebagi
– Mempertahankan kesendirian tanpa mengganggu orang lain
• Doronglah seorang teman untuk bermain dengan anak di rumah
• Daftarkan anak di perkumpulan-perkumpulan atau kelompok-kelompok
• Ajari anak untuk mengamati anak-anak lain untuk menunjukkan hal yang harus dilakukan
• Doronglah permainan-permainan yang kompetitif dan kooperatif
• Doronglah anak untuk menjalin persahabatan yang prospektif
• Sediakan hiburan di saat-saat istirahat
• Sediakan guru pendamping
Gunakan kisah-kisah tentang sosial untuk memahami petunjuk-petunjuk dan tindakan-tindakan bagi situasi-situasi sosial tertentu
2) Bila ada masalah bahasa, bantu anak untuk pelajari :
– Komentar-komentar pembuka yang tepat
– Cara untuk mencari bimbingan ketika mengalami kebingungan
• Ajari petunjuk-petunjuk tentang saat untuk membalas, menginterupsi, atau mengubah topik
• Berbisiklah di telinga anak tentang ucapan yang harus dikatakan kepada orang lain
• Gunakan kisah-kisah tentang bermasyarakat dan percakapan dalam bentuk komik sebagai suatu representasi lisan atau piktoral pada tingkat komunikasi yang berbeda
• Ajarkan bagaimana memodifikasi tekanan, irama, dan nada untuk menekankan kata-kata kunci dan emosi-emosi terkait
3) Pada masalah minat dan rutinitas :
• Ajari konsep waktu dan jadwal untuk menunjukkan rangkaian aktivitas
• Kurangi tingkat kecamasan anak
4) Masalah koordinasi motorik yang kikuk, bantu anak untuk :
• Memperbaiki keterampilan-keterampilan menangkap dan melempar bola sehingga anak bisa turut bermain bola
• Menggunakan perangkat permainan di taman bermain dan tempat berolahraga
• Pengawasan dan dorongan untuk memperlambat tempo gerakan
• Merujuk pada ahli kesehatan yang relevan
5) Pada masalah kognisi, Bantu anak untuk :
• Belajar memahami perspektif dan pikiran-pikiran orang lain dengan menggunakan permainan peran dan instruksi-instruksi
• Dorong anak untuk berheni memikirkan perasaan orang lain sebelum mereka bertindak atau berbicara
• Belajar untuk meminta pertolongan, terkadang menggunakan sebuah kode rahasia
• Periksa apakah anak menggunakan strategi yang tidak konvensional dalam membaca, menulis, atau berhitung
• Hindari kritik dan omelan
6) Masalah kepekaan sensoris
• Minimalkan bunyi yang ada di sekitar kita, khususnya bila sejumlah orang berbicara pada waktu yang sama
• Lakukan terapi integrasi sensoris
• Kurangi sensitivitas pada area tertentu dengan menggunakan pemijatan dan vibrasi
• Hindari cahaya yang terlalu terang
• Dorong anak untuk melaporkan rasa sakit yang dialami tubuhnya
Sumber: http://www.apsi-himpsi.org/Artikel/Wacana-APSI.php
http://netsains.com/2010/03/terapi-yang-efektif-untuk-anak-dengan-asperger-syndrome/

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s