Penyebab disgrafia

Secara spesifik penyebab disgrafia tidak diketahui secara pasti, namun apabila disgrafia terjadi secara tiba-tiba pada anak maupun orang yang telah dewasa maka diduga disgrafia disebabkan oleh trauma kepala entah karena kecelakaan, penyakit, dst. Disamping itu para ahli juga menemukan bahwa anak dengan gejala disgrafia terkadang mempunyai anggota keluarga yang memiliki gejala serupa. Demikian ada kemungkinan faktor herediter ikut berperan dalam disgrafia.

Banyak individu yang menderita disgrafia biasanya merasakan sakit ketika menulis. Rasa sakit tersebut dimulai dari lengan bagian bawah kemudian menyebar ke sistem syaraf di seluruh tubuh. Ironisnya studi menemukan bahwa para penderita disgrafia jarang mengeluhkan rasa sakitnya tersebut. Hal ini terjadi karena:
• Penderita menganggap rasa sakit tersebut adalah sesuatu yang biasa.
• Apabila penderita tahu bahwa rasa sakit tersebut adalah sesuatu yang tidak normal, mereka berpikir bahwa sedikit orang akan percaya jika penderita menceritakan keluhannya.
• Sebagian penderita yang menyadari rasa sakit tersebut akan mengannggap hal tersebut sebagai ketidaknyamanan yang bersifat minor.
• Kemajuan teknologi memungkinkan penderita disgrafia untuk mengetik dan tak perlu banyak menulis. Demikian penderita merasa tak perlu repot mengeluhkan ketidaknyamanannya,

sumber: http://thamarina-educare.blogspot.com/

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s