golongan enuresis

GOLONGAN ENURESIS
Enuresis digolongkan dalam 2 bagian, primer dan sekunder. Anak yang sejaklahir hingga usia 5 atau 6 tahun masih ngompol, dimasukkan dalam kriteriaenuresis primer. Tapi bila si anak pernah ‘kering’ selama setidaknya 6 bulan, lantas mendadak ngompol kembali, berarti anak tersebut dikelompokkan dalam enuresis sekunder.
Enuresis sekunder biasanya terjadi ketika anak tiba-tiba mengalami stress kejiwaan, seperti pelecehan seksual, kematian dalam keluarga, kepindahan, mendapat adik baru, perceraian orang tua atau masalah psikis lainnya. Selainitu, kondisi fisik yang terganggu-seperti adanya infeksi saluran kencing,kencing manis, susah buang air besar, dan alergi-juga dapat menyebabkan enuresis sekunder.

Enuresis nokturnal (bed-wetting) adalah buang air kecil secara tidak sengaja dan terjadi secara berulang ketika sedang tidur, pada seorang anak yang sudah cukup besar dan semestinya sudah tidak mengompol lagi di tempat tidur.
Sekitar 30% anak berumur 4 tahun, 10% anak berumur 6 tahun, 3% anak berumur 12 tahun dan 1% anak berumur 18 tahun masih mengompol di tempat tidur. Bed-wetting lebih sering ditemukan pada anak laki-laki.
Sumber:
http://www.mail-archive.com/balita-anda@balita-anda.com/msg204804.html

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s