penanganan enuresis

CARA PENANGANAN ENURESIS
Sebagian besar kasus, ngompol pada anak dapat sembuh dengan sendirinya ketika usia anak mencapai 10 – 15 tahun. Hanya sekira 1 dari 100 anak yang masih tetap ngompol setelah usia 15 tahun. Bila diabaikan, hal ini akan berpengaruh bagi anak. Biasanya, anak menjadi tak percaya diri, rendah diri, malu, dan hubungan sosial dengan teman-temannya pun terganggu.
Ngompol masih dianggap normal bila terjadi pada anak balita. Namun, jika anak di atas usia 5 atau 6 tahun masih ngompol, setidaknya 2 kali dalam sebulan, hal ini perlu mendapat perhatian khusus.
Langkah awal yang harus diambil dalam mengatasi enuresis sekunder adalah dengan mengenali perubahan-perubahan mendadak yang terjadi dalam kehidupan anak. Bila anak mengalami stres kejiwaan, penanganan secara psikologis lebih dibutuhkan.
Penanganan enuresis dibagi dalam 2 katagori: tanpa obat (nonpharmacologic) dan menggunakan obat-obatan (pharmacologic). Obat-obatan hanya diberikan pada anak di atas 7 tahun. Itupun dengan catatan, bila penanganan tanpa obat tidak berhasil dilakukan. Catatan sehari-hari (diary) tentang ngompol atau tidaknya si anak juga sangat diperlukan untuk menunjang proses pengobatan.
Pilihan penanganan enuresis tanpa obat bisa dilakukan lewat terapi motivasi(motivational therapy), terapi menggunakan alarm (behaviour modification), latihan untuk menahan keluarnya air kencing (bladder-training exercise), terapi kejiwaan (psychotherapy), terapi melalui makanan (diet therapy) dan terapi hipnotis (hypnotherapi).
Motivational therapy dilakukan dengan memberikan hadiah (reward system)untuk memotivasi anak agar tidak ngompol. Umumnya dipakai memakai kartu dan catatan harian (diary) untuk mencatat hasil yang telah dicapai si anak. Bila dalam 3 hingga 6 bulan, cara ini gagal, maka sebaiknya dipilih metoda lainnya.
Behaviour modification merupakan cara yang memiliki tingkat keberhasilan cukup tinggi, mencapai 50%-70%. Sukses ini terutama terjadi pada anak-anak besar yang memiliki motivasi kuat dan mendapat dukungan penuh dari anggota keluarga. Metode ini didasarkan pada penggunaan alarm yang ditempelkan didekat alat kelamin. Bila anak mulai ngompol, alarm akan bergetar atau berbunyi. Kondisi ini menyebabkan anak terbangun dan menghambat pengeluaran air kencing yang telah sedikit keluar. Orang tua dapat membantu anak untuk melanjutkan buang air kecil di toilet. Hasil yang diperoleh sebaiknya juga dicatat dalam catatan harian dan akan lebih baik bila dikombinasikan dengan reward system. Perubahan positif dari metode alarm biasanya mulai terjadi setelah alat digunakan selama 2 minggu atau beberapa bulan. Bladder training exersice biasanya dilakukan pada anak dengan kapasitas kandung kencing yang kecil. Anak diminta untuk menahan keluarnya air kencing selama beberapa waktu. Hypnotherapy, diet therapy dan psychotherapy belum banyak dilakukan pada anak-anak dengan enuresis primer. Terapi diet sebenarnya bisa juga dijadikan pilihan pada beberapa pasien. Karena, makanan yang mengandung kafein, cokelat, serta soda diduga mempunyai pengaruh terhadap terjadinya episode enuresis.
Penanganan anak yang mengalami enuresis memang tidak mudah. Tapi setidaknya kasih sayang, kesabaran serta pengertian orang tua untuk tidak memarahi atau menghukum ketika anak ngompol akan membantu membangun kepercayaan diri anak.
Pengaruh buruk secara psikologis dan sosial yang menetap akibat ngompol, akan mempengaruhi kualitas hidup anak sebagai seorang manusia dewasa kelak. Karena itu sudah selayaknya bila masalah ini tidak dibiarkan berkepanjangan.(Agnes Tri Harjaningrum, dr.)***

http://www.mail-archive.com/balita-anda@balita-anda.com/msg204804.html

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s