ORGANISASI RATU SURGA

KELOMPOK RATU SURGA

Kelompok ini berdiri pada tanggal 6 Oktober 2002. Ratu Surga beranggotakan 16 orang dengan criteria anggota dari umur 13-26 tahun. Kelompok ini merupakan salah satu kelompok muda-mudi di sebuah Gereja Katolik di Galaksi, Bekasi.

Kelompok ini merupakan kelompok yang bergerak di bidang kerohanian oleh sebab itu Visi misi dari kelompok Ratu Surga adalah kemulian Allah melalui pengudusan anggotanya dikembangkan dengan doa dan kerja sama aktif di bawah bimbingan Gereja, dalam karya Bunda Maria dan Gereja.

Kegiatan rutin yang dilakukan oleh kelompok ini adalah rapat yang biasa mereka sebut dengan rapat presidium. Rapat ini diadakan setiap hari minggu jam 9 pagi. Di dalam rapat itu, mereka membahas mengenai kegiatan-kegiatan apa saja yang akan mereka lakukan. Kegiatan rutin mereka adalah berdoa, membantu koster (karyawan gereja) yang biasa di sapa Eyang untuk melipat teks dan membereskan teks misa serta membersihkan Gereja.

Kegiatan khusus yang mereka adakan adalah kunjungan kasih ke panti asuhan, ke penjara, ke panti jompo, ke pusat rehabilitasi narkoba, sahur on the road dan lain-lainnya.

Ratu Surga pernah memenangkan juara 1 untuk lomba film independent yang diadakan oleh panitia natal Gereja. Filmnya bertema tentang “Bertumbuh Menjadi Pembawa Damai” yang diangkat dari tema natal tahun 2009. Film ini bercerita tentang seorang remaja putri bernama Asa. Asa adalah seorang pencuri, preman dan pemalak. Ia melakukan hal itu untuk mengobati ibunya yang sedang sakit keras. Sampai suatu ketika, ia mencuri di sebuah rumah yang ternyata di rumah tersebut sedang ada yang di rundung masalah; sepasang suami istri yang sedang berdebat untuk melakukan korupsi atau mempertahan anaknya. Di salah satu adegan di ceritakan bahwa anak mereka tidak akan bertambah sembuh jika mereka melakukan kejahatan. Hal itu hanya akan memperburuk keadaan. Mendengar hal tersebut, Asa tidak jadi mencuri dan berpikir mengenai hal yang dilihatnya di rumah itu. Ketika ia sampai dirumahy, ibunya sudah sekarat dan akhirnya meninggal di pelukan Asa. Inti dari cerita ini yang ingin mereka angkat adalah “Mampukah kita berdamai dengan diri kita sendiri?”.

setiap tiga tahun sekali kelompok ini berganti kepengurusan dan setiap orang boleh menjabat maksimal 2 periode.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s