PRIVASI, RUANG PERSONAL, TERITORIALITAS

PRIVASI
Kita sering mendengar istilah privasi. Sebagai contohnya, Istilah privasi sering kita dengar pada saat mendengarkan infotainment dimana artis-artis sering mernjaga privasinya dihadapan wartawan. Namun apa pengertian privasi itu?
Rapport mendefinisikan privasi adalah kemampuan untuk mengontrol interaksi, kemampuan untuk memperoleh pilihan-pilihan dan kemampuan untuk mencapai interaksi seperti yang dinginkan. Sedangkan altman mendefinisikan privasi sebagai proses pengontrolan yang selektif terhadap akses kepada diri sendiri dan akses kepada orang lain.

Prabowo, H. (1998). Arsitektur, psikologi dan msyarakat. Depok: Penerbit Gunadarma.
Altman menjelaskan beberpa fungsi privasi:
1. Privasi adalah pengaruh dan pengontrol interaksi interpersonal
2. Merencanakan dan membuat strategi untuk berhubungan dengan orang lain
3. Memperjelas dengan konsep diri.
RUANG PERSONAL
Ruang personal digambarkan oleh Goffman sebagai jarak/daerah disekitar individu dimana dengan memasuki daerah orang lain, menyebabkan orang lain tersebut merasa batasnnya dilanggar, merasa tidak senang, dan kadang-kadang menarik diri. Ruang personal merupakan proses dinamis yang memungkinkan kita keluar darinnya sebagai suatu perubahan situasi. Ruang personal berhubungan dengan jarak-jarak antar manusia, walaupun ada tiga orientasi dari orang lain: berhadapan, saling membelakangi, dan searah.
Menurut Edward T. Hall dalam interaksi sosial terdapat 4 zona spasial meliputi: jarak intim, jarak personal, jarak sosial, jarak public.
1. Jarak intim adalah jarak yang dekat dengan jarak 0-18 inci
Contoh: hubungan suami dan istri atau olah raga denga kontak fisik langsung
2. Jarak personal yang memiliki jarak antara 1,5 – 4 kaki
Contoh: hubungan diantara teman dekat sebagaimana interaksi sehari-hari
3. Jarak sosial yang memiliki jarak 4-7 kaki
Contoh: hubungan-hubungan interpersonal dan hubungan bisnis
4. Jarak public berjarak lebih dari 12 kaki
Contoh: hubungan-hubngan formal antara individu (actor atau politisi) dengan public.
Privasi, Ruang Personal dan lingkungan
Privasi sangat dipengaruhi lingkungan dan sangat erat kaitannya dengan ruang personal. Salah satu contoh simple yang kita lakukan. Di dalam bersosialisi, kita bertemu dengan berbagai macam karakteristik orang dan pastinya kita berinteraksi dan menjalin relasi baik itu pertemanan, bisnis dll. Terkadang kita membutuhkan kehidupan “zona privasi” untuk merenung (dalam kaitan ini memperjelas konsep diri); mungkin kita butuh sendiri, menginstropeksi diri atau pun yang lainnya. Namun Apabila ada salah satu teman kita yang ingin tahu keadaan kita disaat kita ingin sendiri, pastinya ruang personal kita menjadi terganggu dan akhirnya kita menjadi marah dengan teman kita dan bisa menjadi tidak respect lagi dengan teman kita.
Privasi pastinya sangat kita butuhkan dan oleh sebab itu kita juga membutuhkan ruang personal dimana kita membutuhkan jarak dengan orang lain. Apabila orang tersebut melebih batas maka kita akan sangat marah dan terganggu.

TERITORIALITAS
Holahan mengungkapkan bahwa teritorialitas adalah suatu tingkah laku yang diasosiasikan pemilikan atau tempat yang ditempatinya atau area yang sering melibatkan cirri pemilikannya dan pertahanan dari serangan orang lain. Teritorialitas memiliki implikasi tertentu yang secara geografis merupakan daerah yang tidak berubah-ubah.
Ada 4 karakteristik menurut Lang:
1. kepemilikan atau hak dari suatu tempat;
2. personalisasi atau penandaan dari suatu area tertentu;
3. hak untuk mempertahankan diri dari gangguan luar; dan
4. pengatur dari beberapa fungsi, mulai dari bertemunya kebutuhan dasar psikologis sampai kepada kepuasan kognitif dan kebutuhan-kebutuhan estetika.

Teritorialitas dengan lingkungan.
Teritorialitas sangat berkaitan dengan lingkungan. Sebagai contoh, Negara A batas wilayahnya diganggu dan diakui bahwa daerah itu merupakan daerah Negara B. maka Negara A akan mempertahankan mati-matian karena tidak mau batas wilayahnnya ada yang hilang dan akan mempertahankan dirinya dari gangguan dari luar seperti mengadakan perjanjian batas wilayah. Bila perjanjian tersebut tidak mencapai kata mufakat maka peperangan bisa terjadi.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s